0 SOP BUDIDAYA LELE DAN TRIK SUKSES . . . .

SOP BUDIDAYA LELE DAN TRIK SUKSES . . . .

SOP BUDIDAYA IKAN LELE 
Kebanyakan para pedagang benih ikan lele tak paham cara pembesaran ikan lele yang baik dan benar, sebab mereka hanyalah pedagang (agen) yang mencari keuntungan ditengah-tengah antara petani pembenih lele dengan petani pembesar lele. Sebab itu setiap benih yang berhasil terjual kepada pelanggan sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi alias barang yang sudah dibeli tidak bisa di kembalikan (mereka buang badan).
Sementara itu para pemula (newbie) budidaya ikan lele pun sering sekali mensederhanakan persoalan budidaya lele itu, mentang-mentang harga benih lele hanya kisaran Rp.200 per-ekor, dikira dengan hanya diberi air apa saja pada kolam, ikan-ikan itu sudah pasti akan bisa hidup dengan aman.
Pada bagian lain, para pengarang buku dan artikel tentang budidaya lele juga kerap mensederhanakan permasalahan budidaya tersebut. Sering kita baca di buku-buku karangan mereka tentang ungkapan bahwa ikan lele bisa hidup pada “air dengan kondisi yang buruk sekalipun”. Tetapi fakta-fakta dilapangan tidaklah demikian adanya, benih-benih ikan lele banyak yang mati di tangan para pemula pembesaran lele, para pemula pun panik dan akhirnya patah arang serta berhenti melakukan kegiatan pembudidaya ikan lele, untung saja tak sampai bunuh diri.
Berdasarkan pengalaman dan ujicoba penulis selama 2,5 tahun terakhir dibidang ini, mungkin tak berlebihan bila penulis membuat sebuah panduan teknis budidaya ikan lele bagi para pemula sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Apalagi setiap daerah tak pernah sama kualitas sumber airnya, tak pernah sama suhu udaranya maupun lingkungannya.
A. PERSIAPAN AIR KOLAM (Kolam Ukuran 4 X 2 X 1 Meter)
Sumber air kolam biasanya dari sumur patek, sumur bor ataupun PDAM. Jika Anda menggunakan air PDAM, maka air tersebut penting di endapkan dahulu dalam 2 hari dibawah sinar matahari agar kandungan kaforitnya hilang dan menguap ke udara. Sebab benih lele tak tahan dengan air yang berkaforit.
Jika sumber air Anda adalah dari sumur ataupun sumur bor, biasanya air itu mengandung logam berat seperti zat besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) dan bahkan beberapa sumur mengandung Mercury yang tak membuat benih lele nyaman dan aman. Kualitas air seperti itu penting untuk diolah terlebih dahulu.
Pengolahan air sumur atau sumur bor yang paling baik adalah menggunakan tabung filter Karbon dan Mangnese, sebelum air di masukkan ke kolam ikan lele. Jika Anda tak memiliki tabung filter Karbon dan Magnese bisa saja menggunakan Kapur Dolomit 300 Gram/M3.
Jika kolam anda berukuran Panjang 4 Meter X Lebar 2 Meter X Tinggi 1 Meter dengan ketinggian air kolam 70 cm, maka kebutuhan Kapur Dolomit untuk luas kolam itu adalah : 4 X 2 X 0,7 X 300 Gram Dolomit = 1,7 Kg.
Taburkan merata Kapur Dolomit diatas pemukaan air 70 cm itu, dan dalam 5-6 jam setelah penaburan Dolomit kandungan logam berat pada air akan menghilang dan aman buat benih ikan Anda.
Jangan buru-buru beli benih ikan lele, sebab kolam Anda penting sekali airnya dihijaukan dahulu agar dapat ditumbuhi oleh Alga dalam 5-6 hari dengan menggunakan pupuk Urea dan NPK. Sebab fungsi Alga dalam air kolam itu sangat penting untuk mengendalikan suhu air kolam agar tak terlalu panas saat siang hari dan tak terlalu dingin saat malam hari serta menghasilkan plankton-plankton sebagai pakan tambahan lele.
B. CARA HIJAUKAN AIR KOLAM IKAN LELE DENGAN PUPUK UREA DAN NPK
a. Pupuk Urea 3 PPM (Part Per Million) atau 3 gram/m3 air kolam.
b. Pupuk NPK 1 PPM (Part Per Million) atau 1 gram/m3 air kolam.
Jika kolam kita berukuran 4 X 2 meter dengan tinggi air 70 cm, maka kebutuhan pupuk Urea untuk kolam itu adalah : 4 X 2 X 0,7 X 3 Gram Urea / M3 = 16,8 Gram Urea.
Sementara untuk pupuk NPK adalah : 4 X 2 X 0,7 X 1 Gram NPK / M3 = 5,6 Gram NPK. Larutkan kedua bahan pupuk itu dengan air, lalu tebarkan merata disemua permukaan kolam Anda. Saran penulis, gunakan timbangan DIGITAL untuk bahan kue, agar lebih akurat. Harga timbangan Digital di toko kelontong atau toko pecah belah hanya kisaran Rp.50.000 s/d Rp.100.000,-
Biarkan air kolam yang sudah diberi Dolomit, Urea dan NPK itu selama 5-6 hari dibawah sinar matahari sampai air-nya berwarna hijau, kalau air kolam belum hijau boleh ditambahkan lagi Pupuk Urea 1 PPM atau 1 Gram/M3.
Warna air kolam nantinya memang tidak terlalu hijau sekali, tetapi ini sangat aman bagi benih lele. Hijau air dengan pertumbuhan Alga akan terus bertambah hijau dari hari ke hari seiring dengan bertambahannya kotoran ikan pada kolam. Kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam akan menjadi pakan / nutrisi bagi perkembangan Alga tersebut. Alga yang akan berkembang dikolam nanti diduga adalah Alga Chlorella ataupun Alga Scenedesmus.
C. PENEBARAN BENIH IKAN LELE PADA KOLAM
Setelah air hijau dalam 5-6 hari, maka pada hari ke 7-8 silahkan Anda beli benih lele di pasar atau di Farm. Untuk tebar benih kolam normal, maka jika ukuran kolam Anda adalah 4 X 2 meter dengan tinggi air 70 cm, maka jumlah benih lele yang Ideal anda tebar adalah : 4 X 2 X 0,7 X 250 ekor/M3 = 1.400 ekor.
Pilih waktu penebaran benih pada sore atau malam hari, maka saat membeli dan membawa benih dari pedagang atau Farm sebaiknya pada sore hari ke kolam Anda, karena pada waktu sore atau malam hari suhu air sudah sedikit dingin sehingga mudah bagi benih lele melakukan penyesuaian suhu air dengan suhu tubuhnya.
Jika Anda ingin tebar benih lebih padat lagi pada kolam ukuran itu, maka kolam Anda harus dilengkapi dengan peralatan suplai Oxygen sepertiVenturi Air System (VAS), sehingga kolam ukuran 4 X 2 meter itu bisa anda isi 800 ekor/M3 atau 4.400 ekor dengan aman dan nyaman. Jika tak didukung oleh VAS, jangan pernah mencoba menebar benih yang padat, sebab lele akan mati lantaran kekurangan Oxygen terlarut di dalam air. Mengenai VAS bisa Anda lihat pada artikel lain di Group ini.
D. CARA PEMBERIAN PAKAN / PELET YANG AMAN BAGI BENIH LELE
Penting untuk diketahui bahwa pelet kering yang langsung ditaburkan ke kolam dapat merusak pencernaan ikan lele, sebab pakan / pelet itu masih terlalu keras. Sebaiknya pelet dibibis dahulu dengan Probiotik RABAL yang dibuat sendiri. Karena Probiotik RABAL mengandung bakteri Lactobacillus dan Yeast yang sangat membantu keamanan pencernaan benih lele serta mengurai dan mengurangi Amoniak lele pada air kolam.
Probiotik hasil fermentasi Ragi dan Bakteri Asam Laktat (RABAL) yang akan kita produksi sendiri ini berisikan Lactobacillus dan Yeast. Dari hasil penelitian Prof Ibnu Sahidhir dan kawan-kawan di Laboratorium Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi Aceh terhadap 4 merek Probiotik terkenal untuk ikan air tawar yang beredar di pasaran saat ini mengadung isi yang serupa.
Probiotik RABAL yang akan kita produksi sendiri ini tentu dengan biaya yang sangat murah, digunakan untuk membibis pakan/pelet ikan lele pada kolam hijau atau Green Water System (GWS), guna :
1. Meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan ikan lele.
2. Mempercepat waktu panen dan menghemat pakan / pelet.
3. Meningkatkan bobot ikan lele.
4. Meningkatkan penyerapan protein dari Alga air kolam dan pelet agar menjadi daging secara maksimal.
5. Menghilangkan / mengurangi bau air kolam GWS akibat amoniak dan gas beracun.
PROSES PEMBUATAN PROBIOTIK RABAL :
1. Bahan-Bahan :
a. Air Bersih / Isi Ulang = 9 liter.
b. Yakult = 2 botol.
c. Ragi Tape = 1 butir
d. Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / Gula Merah) = 1/2 liter.
e. Air Kelapa Murni (dari 1 butir buah kelapa yang sudah tua)
e. Jerigen 10 liter = 1 unit
2. Cara Mengolah Bahan Probiotik RABAL :
Masukkan air bersih / air isi ulang sebanyak 9 liter ke dalam Jerigen bersih, kemudian tuangkan 2 botol Yakult, 1/2 liter Molasses / 2 butir Gula Jawa yang dicairkan, 1 butir Ragi Tape (yg sudah di tumbuk halus) dan Air Kelapa Murni ke dalam Jeringen yang telah berisi air bersih. Kocok jerigen selama 5-8 menit agar semua bahan-bahan terlarut merata di dalam jerigen.
Gula Merah / Molases yang dipanaskan agar mencair, seharusnya di dinginkan dahulu sebelum di campur dengan bahan-bahan lainnya diatas.
Simpan jerigen beserta bahan-bahan tersebut selama 7 hari agar terjadi proses fermentasi dengan sempurna yang akan di tandai dengan cairan di dalam jerigen berubah warna menjadi coklat / orange dan berbau alkohol / tape. Setiap 1-2 hari sekali tutup jeringen dibuka untuk mengeluarkan gas fermentasi, lalu jeringen ditutup rapat kembali dan disimpan di ruangan yg sejuk.
F. PROSES PEMBIBISAN PROBIOTIK RABAL PADA PELET :
Setelah 7 hari masa fermentasi bahan Probiotik RABAL sudah dapat Anda gunakan untuk membibis pakan / pelet ikan lele pada kolam hijau atau Green Water System (GWS) dengan cara :
Campurkan 4-6 tutup botol Aqua hasil fermentasi Probiotik RABAL yang dilarutkan dengan 1/4 liter air. Aduk merata. Selanjutnya dikocorkan atau aduk cairan RABAL itu ke dalam 1 Kg pakan / pelet lele sampai meresap rata.
Biarkan pelet dan probiotik RABAL meresap dalam 10-20 menit sebelum kemudian diberikan kepada ikan lele. Pencampuran pelet dengan probiotik selama 10-20 menit baik untuk membantu proses pencernaan pakan pada usus ikan lele. Jika pelet yang Anda bibis tak habis diberikan pada benih lele, bisa Anda simpan untuk jadwal pemberian pakan selanjutnya.
SEMOGA BERMANFAAT . . .  MOHON Kritik dan saran perbaikan bagi para Master Kumis.    
Nuwun.

0 KETINGGIAN AIR IDEAL BUDIDAYA LELE CEPAT 60 HARI PANEN

LELE HANYA BUTUH KETINGGIAN AIR KOLAM 35 CM

Hari ini saya berdiskusi sangat panjang mulai jam 3 sore hingga 12 malam dengan seorang master lele di kota Banda Aceh bernama Nandar, beliau adalah seorang perwira Polisi yang berdinas di Polda Aceh yang ikut menggeluti bisnis Budidaya Ikan Lele bersama istri tercintanya sejak 5 tahun yang lalu hingga kini.
Hari ini saya berkesempatan meninjau langsung panen lele di 4 kolam dari 50 kolam miliknya di kawasan pinggiran kota dan sekaligus mengunjungi sebuah Ruko tempat pemasaran ikan lele hasil panen kolamnya dan kolam para mitra setiap hari. Dia juga menyewa 5 lapak dagang ikan di 5 pasar ikan tradisional dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya yang berjualan langsung hasil panennya kepada konsumen tanpa melalui perantara pengepul maupun tengkulak.
Menariknya, dia kini memiliki 42 orang petani lele binaannya yang siap ia tampung hasil panen mereka dengan harga tertinggi antara Rp.18.000,- s/dRp.20.000,- per-Kg dengan sistem pembayaran “Cash” di lokasi kolam petani. Harga itu adalah yang tertinggi saat ini daripada harga yang ditawarkan oleh para pengepul lainnya di kota itu yang masih membeli panen petani lele hanya Rp.17.000,- s/d Rp.17.500,- per-Kg dan itupun seringnya dengan pembayaran tunda (hutang) selama 3-12 hari.
Menurut Nandar, selama ini para pengepul-lah yang telah mematikan harapan dan masa depan para petani lele, karena ulah mereka yang selalu membeli lele konsumsi dengan cara HUTANG pada petani, dan pada umumnya melakukan pembayarannya bertahap, yaitu sedikit demi sedikit. Akibatnya petani lele yang tak memiliki modal kuat untuk melanjutkan budidaya lele pasca panen harus gulung terpal dan banting stir ke bisnis lain, itu semua lantaran pembayaran dari para pengepul yang selalu seret alias macet.
Nandar, adalah salah satu dari dua orang pembudidaya lele di kota itu yang berani membeli hasil panen petani binaannya sendiri dengan cara Cash (bayar kontan) selama 5 tahun terakhir ini dan langsung jemput ikannya di kolam petani dengan dua armada pick-up nya. Pemasaran langsung kepada konsumen dia lakukan karena dahulu sudah pernah menjadi korban para pengepul yang sulit membayar ikan hasil panennya.
Dari amatan kami di lokasi tadi sore, yang juga menarik adalah 50 kolam milik Nandar tidak ada yang tinggi, semua kolam lele milik-nya ketinggiannya hanya 50 cm dengan ketinggian Air Hijau 30-35 cm dan sistem tebar benih lele normal rata-rata 200 s/d 250 ekor per-meter kubik.
Menurut pengalaman dia, benih lele ukuran 5-6 cm atau 7-8 cm memang lebih ideal dipelihara dengan ketinggian air hijau 30-35 cm saja, tujuannya agar nanti banyak menghasilkan ukuran panen yang sama. Alasannya, benih ikan lele tak semuanya mampu mencapai ketinggian pakan yang ditebar di atas permukaan air kolam pada ketinggian air lebih dari 40-70 cm.
Dengan ketinggian air kolam 30-35 cm, maka akan semakin mempermudah bagi benih lele untuk naik mencapai permukaan air kolam saat akan makan pelet, sehingga tidak begitu banyak membuang energi lele agar bisa besar dan berat yang sama pada saat panen dalam 60 hari.
Jika ketinggian air kolam lebih dari 40-70 cm, maka akibatnya tak semua benih lele akan mampu makan lebih banyak, karena umumnya kesulitan mencapai permukaan air kolam secara berulang kali. Karena sesungguhnya lele budidaya itu kegiatannya hanya makan dan tidur.
Nanda sudah pernah menggunakan puluhan kolam dgn ketingian air hingga 70 cm, namun hasilnya kurang memuaskan, saat di sortir terlalu banyak ukuran lele yang belum layak panen dalam 60 hari budidaya.
Untuk menjaga suhu air kolam agar tetap stabil, dia menyarankan agar menggunakan kolam terpal dengan dinding kayu (bukan kolam beton atau tanah), dan pada lantai kolam terpal diberi serbuk kayu hasil gergaji atau sekam padi setebal 10-20 cm serta tetap menghijaukan air kolam.
Khusus untuk pakan lele, Nandar bersama 42 petani binaannya selama ini melakukan pemberian pakan kombinasi antara pelet dan usus ayam atau limbah ikan dari pasar ikan sehingga biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar, namun tidak mengurangi bobot ikan saat panen.
Strategi dalam 5 tahun terakhir yang ia lakukan adalah, saat penebaran benih ukuran 5-6 cm atau 7-8 cm diberikan pakan pelet pabrik F999 serta 781 (-1) selama 25 hari (bulan ke 1), selanjutnya dari hari ke 26 hingga hari 60 (bulan ke 2) ikan lele sudah bisa diberikan rebusan usus ayam atau limbah ikan dari pasar ikan seperti kepala ikan, sirip, insang dan isi perut ikan yang direbus pada suhu 80-100 derajat celsius, diberikan sebanyak 2 kali sehari hingga masuk masa panen di hari ke 60.

Dari amatan kami ke kolam-kolam Nandar, semua ikan lelenya memang sehat dan gesit dibalik air kolam berwarna hijau. Semoga informasi hasil diskusi dan investigasi ini dapat memberikan alternatif lain dalam Budidaya Ikan Lele di Indonesia.

Mohon saran dan kritik dari para master kumis . . . . semoga bermanfaat .
diambil dari beberapa sumber. . . .

0 TRIK KHUSUS MENYEHATKAN IKAN LELE

Pembudidaya harus memperhatikan kesehatan lele dan lingkungan budidaya.

Hujan turun yang tidak menentu bisa mengganggu proses budidaya ikan berkumis ini hingga menimbulkan kematian. Curah hujan tinggi seharian penuh dan tanpa perlindungan tambahan menyebabkan lele siap panen berukuran 5 ekor/kg milik salah seorang pembudidaya lele sistem bioflok di Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kematian massal. Akibatnya, pembudidaya rugi dan kehilangan sebanyak 180 kg lele siap panen. Lantas, bagaimana mencegahnya?
Waspada Hujan
Menurut Kesit Tisna Wibawa, perekayasa di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat, hujan yang datang terus menerus bisa menyebabkan rendahnya kualitas lingkungan budidaya secara mendadak. Yaitu: perubahan derajat keasaman (pH), fluktuasi suhu, kematian plankton dan bakteri bermanfaat, dominasi amonium, hingga penumpukan logam berat yang terbawa air hujan.
Perubahan lingkungan budidaya yang mendadak membuat lele kaget dan menjadi stres. “Awalnya pasti stres, nggak mau makan, terus imun tubuh menurun karena tidak ada nutrisi yang mendukung dia, hasilnya rentan penyakit. Penyakit akan gampang menyerang ditambah dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung,” ulas Kesit terperinci. Apalagi pada budidaya lele sistem probiotik dan bioflok yang mengandalkan padat tebar tinggi, kualitas air kolam budidaya memerlukan perhatian intensif. Salah kelola, kerugianlah yang didapat.
Secara fisik, lele stres terlihat pucat dengan produksi lendir meningkat sehingga lapisan lendirnya menipis dan aktif melompat-lompat di di pinggiran kolam. Kesit menjabarkan, “Kalau lendirinya tipis, akan mudah ditempeli jamur. Apalagi dia bergesekan sama temennya, akhirnya ada yang luka. Di situ mulai diserang.” Kolam yang awalnya hijau atau cokelat juga akan berubah menjadi bening karena kematian plankton dan bakteri. Lele juga bisa keracunan amonium yang mendorong kematian massal secara mendadak. Jika kondisi ini dibiarkan, dalam hitungan jam hingga dua hari, lele yang dibudidaya mulai menggantung di permukaan air, respon makan hilang, kemudian mati massal.
Imunostimulan
Menurut Kesit, saat cuaca tidak menentu antara panas dan hujan, kunci utama keberhasilan budidaya adalah kesehatan ikan. Caranya dengan meningkatkan daya tahan tubuh pemilik nama ilmiah Clarias battracus itu dengan memberikan imunostimulan dan vitamin. “Itu harus selalu tersedia. Karena kalau sudah lingkungan yang penyebabnya, tidak ada cara lagi kecuali kita harus membikin daya tahan tubuh lele benar-benar kuat,” papar penemu kolam sistem paket padat tebar tinggi (budidaya lele sistem probiotik) ini.
Kesit menerangkan, saat musim penghujan dengan intensitas tinggi nafsu makan lele akan berkurang sehingga mudah terserang penyakit. Imunostimulan meningkatkan daya tahan lele dengan cara mendorong nafsu makan seperti pada cuaca normal. Ia menyarankan penggunaan imunostimulan herbal yang mengandung ekstrak bawang putih, kencur, rumput teki, dan bakteri Bacillus karena efeknya lebih terlihat. Imunostimulan ini diberikan cukup satu hari sekali jika hujan berlangsung terus menerus. Bilaintensitas hujan mulai menurun, imunostimulan cukup diimbuhkan 2 – 7 hari sekali.

Sementara, pemberian vitamin C akan memberikan efek hangat dalam tubuh ikan sehingga nyaman untuk makan. Vitamin rutin disajikan sekali setiap hari sesuai dosis yang tertera pada label kemasan. Kesit memberikan dua jenis pakan, yaitu pakan apung dan pakan tenggelam. Pakan apung diberikan berdasarkan adlibitum (sekenyangnya),sedangkan pakan tenggelam sebanyak 3% – 5% bobot tubuh. “Karena kalau pakan apung dia kenyang atau tidak ‘kan kelihatan dari respon makan dan kecepatan makannya,” ulas dia.
Lingkungan Budidaya
Untuk menjaga lingkungan budidaya, sambung Kesit, perlu perlakuan khusus seperti penambahan kapur dolomit atau kapur tohor sebanyak 15 – 25 gr/msore hari. “Tergantung ukuran ikan. Kalau masih ukuran 3 – 7 cm, kasih 15 gr/m3,” sarannya. Penambahan kapur bertujuan menstabilkan pH agar perairan tidak masam dan perubahan suhu tidak terlalu rendah. Suhu air pada cuaca normal berkisar 26° – 29°C. Namun, saat musim penghujan suhu bisa turun hingga 24°C. Yang harus dihindarkan pembudidaya, imbuhnya, suhu meluncur tajam dari 29°C langsung ke 24°C.
Selanjutnya, tambahkan mineral air berupa garam dengan dosis sebanyak dolomit selepas hujan turun. Probiotik pun wajib diberikan. Probiotik bermanfaat menguraikan sisa-sisa makanan yang terbuang dan menjaga kestabilan komposisi bakteri dalam air. Kesit mengingatkan,  setidaknya probiotik harus mengandung dua jenis bakteri. Yakni, bakteri yang berfungsi untuk menguraikan nitrit seperti Bacillus atau Nitrobacter dan bakteri yang menguraikan amoniak, seperti Nitrosomonas.
Kolam yang berbau terjdi karena banyak sisa pakan dan menghasilkan amoniak. Ini memerlukan kerja bakteri Nitrosomonas untuk menguraikan amoniak agar tidak meracuni ikan. Amoniak diurai menjadi nitrit. Selanjutnya, nitrit dimanfaatkan Bacillus atau Nitrobacter menjadi nitrat yang dimanfaatkan sebagai unsur hara bagi fitoplankton. Kesit menilai, hal inilah yang kurang diperhatikan pembudidaya. Mereka memberikan probiotik tanpa melihat komposisi bakteri yang terkandung di dalamnya sehingga probiotik tidak bisa bekerja secara efektif. “Makanya banyak kejadian kolam bau walaupun dikasih probiotik yang harganya mahal, itu karena fungsinya tidak sesuai,”cetusnya.
Kandungan amoniak tinggi akan sangat bahaya kala hujanturun. Polutan kondisi air yang menurun karena amoniak tinggi masih dibebani tambahan polutan logam berat atau asam yang terbawa air hujan. Lele pun semakin stres.
Windi Listianingsih

0 upragde samsung p1000 ke kitkat

Welcome my friends

There are a lot of people have asked me how to update device Samsung Galaxy Tab GT-P1000.
Especially, there are many applications and games are not consistent, except with update Kitkat
Appeal to the request . this video has a full explanation

DOWNLOAD :

ODIN

Gingerbread 2.3.6
gt-p1000_mr.pit

CF Root

ROM 2014-03-08 
Gapps Core


NEW UPDATE ANDROID 4.4.4 ROM and GAPPS click here

How to unbrick galaxy tab GT P1000 with original ROM 2.3.3 click here

INSTALLATION :


 INSTALL GINGERBREAD


1- power off your device
2- press buton power and volum down to get mod download
3- open odin and put cable usb device with PC ( yellow bar )
4- extraire gingerbread file and put in PDA
5- put pit file in PIT
6- star and lets him to reboot . take some time ( if stuck in log animation press buton power off and volum UP to get mod Recovery and wipe data factory reset and reboot )

INSTALL ROOT


1- power off your device
2- press buton power and volum DOWN to get mod Download
3- open odin and put cable usb device with PC ( yellow bar )
4- put CF Root zip in PDA and star

INSTALL KITKAT


1- put ZIP file CM 11 and Gapps core in your device ( SD card 0 OR SD card 1 )
2- power off your device
3- press buton power and volum UP to get mod Recovery
4- wipe data factory reset / wipe cache partition / advanced and wipe dalvik cache
5- go back install ZIP from sdcard and choose zip from sdcard and go to the file zip CM 11 and install , take moment and let's him reboot6- click wipe
7- click install and choose your zip file CM 11 and install then choose gapps core and install
8- reboot

enjoy

0 Upgrade Samsung Galaxy Tab 2.7 P 3100 Ke Android 4.4.2 KItKat CM11

Kabar gembira buat para pengguna Android persi lama
Beberapa waktu lalu sang pengembang Custom Rom yaitu Cyanogenmod telah merilis CM11-KITKAT 4.4.2 untuk Samsung galaxy tab 2.7 GT-p3100 dan sudah bisa kita download melalui situs resminya 



Langsung ke TKP

Peringatan...!!!
Tutorial ini hanya untuk Galaxy tab 2.7 P3100. jadi jangan pernah mencoba tutorial ini pada perangkat Android yang lain.
Karena kami tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan atas tutorial yang kami share dalam postingan ini. Namun, tutorial ini tidak akan membuat perangkat sobat rusak jika sobat mengikuti semua petunjuk sesuai dengan tutorial yang kami berikan.
  DO WITH YOUR OWN RISK...!!!
Langkah awal download terlebi dahulu beberapa software pendukung berikut ini:
1. Download  Rom Cyanogenmod versi terbaru di web resminya di sini: CM-11
    sebaiknya download file yg dirilis terbaru
2. Download Gapps nya disini:   Gapps Core 4.4.2

3. Download CWM di sini CWM 6.0.4.5
"Jika linknya mati atau tidak ditemukan bisa mencari di link web yang lain sesuai tipe dan versi yang sama"
Sekarang saya asumsikan semua software di atas sudah berhasil di download dengan baik...!, maka kita melangkah ke step selanjutnya
Bagi sobat yang belum memahami tentang cara penginstallanya, saya akan jabarkan kembali cara dan tutorialnya:
 1. Pastikan kondisi Batterai diatas 80% dan Letakan atau copy/paste kedua file hasil downloadan tadi ke SdCard (memori internal Galaxy Tab) sebaiknya letakan diluar folder, itu dimaksudkan agar file tersebut mudah ditemukan.
2. Install CWM6.0.4.5 atau yang terbaru, jika sobat belum mengetahui tentang cara menginstall CWM silahkan baca di sini; Cara instal CWM
3. BackUp terlebih dahulu data ROM, itu dimaksudkan agar dapat mengembalikan sistem seperti semula jika terjadi kesalahan saat melakukan upgrade ini (wajib).
Untuk cara BackUp data ROM bisa di lihat di sini: Cara Bacup & Restor ROM dengan menggunakan CWM
4. Matikan Power Galaxy tab

5. Langkah selanjutnya sobat masuk ke CWM dengan cara tekan beberapa detik tombol (POWER + VOLUME ATAS ) sampai logo galaxy tab 2.7 muncul, kemudian lepas tombol POWER sedangkan tombol VOLUME ATAS masih tetep ditekan sampai masuk ke CWM.
6.  Setelah masuk CWM mode gunakan tombol volume atas dan bawah untuk menavigasi dan tombol power untuk pilihan "OK"
7. Langkah selanjut nya pilih "Wipe data/factory reset" lalu pilih "Wipe cache partition"
8. selanjutnya  pilih "Install zip from sdcard" lalu pilih "Cose zip from sdcard" kemudian cari file " cm-11-20140113-NIGHTLY-p3100.zip " (setiap file yg beda namanya ini hanya sebagai contoh, jadi sesuaikan saja denga file yg tadi di download) dan tekan tombol POWER untuk konfirmasi "OK" tunggu sampai prosses selesai.

Setelah proses selesai pilih "++++GO BACK++++" Untuk kembali kemode sebelumnya.
9. selanjutnya lakukan metode yang sama persis seperti pada point no.8 untuk file " GApps_Core_4.4.2_signed.zip ".

10. Langkah terakhir pilih "Reboot System Now" tunggu sampai proses updating selesai,
prosses updating kadang agak sedikit memakan waktu jadi sobat mesti sabar menunggu sampa proses suksess, atau tdak ada error
NB: sesuai dengan pengalaman saya sebelumnya  bila penginstalan CM-11 tidak sukses atau abourted artinya proses instal CM-11 tidak berhasil dan disarankan menggunakan CWM Rilisan terbaru tapi apabila semua proses sukses berarti penginstalan berjalan lancar dan selamat menikmati Adroid KitKat 4.4.2, nan mkn apabila ada update android terbaru caranya juga tidak jauh beda dengan tutor ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat
 
sumber : http://arulmattoanging.blogspot.com/2014/04/upgrade-samsung-galaxy-tab-27-p-3100-ke.html

0 Wow! Mahasiswa Pecinta Alam Olah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar

Cairan yang menetes dari pipa. Ini adalah  hasil pengolahan  plastik  melalui proses pembakaran. Ia menghasilkan cairan yang bisa jadi bahan bakar ramah lingkungan. Foto:  Ayat S  Karokaro
Cairan yang menetes dari pipa. Ini adalah hasil pengolahan plastik melalui proses pembakaran. Ia menghasilkan cairan yang bisa jadi bahan bakar ramah lingkungan. Foto: Ayat S Karokaro
Kala sebagian orang masih tak memiliki kesadaran dan membuang sampah sembarangan,  kelompok mahasiswa pecinta alam di  Sumatera Utara ini, berpikir keras bagaimana sampah-sampah itu bermanfaat dan tak menjadi ‘penyakit’ bagi bumi. Mereka mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar! Wow…
Kekhawatiran mahasiswa ini berawal dari kenyataan,  limbah plastik di Sumut, makin meningkat setiap tahun. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Sumut, 1.369,9 ton per hari atau 5.479,6 M3 sampah dibuang, tanpa ada batasan.  Dengan rincian 48,2% sampah organik, dan 51,8% anorgnaik. Jika dihitung, sampah mencapai 1-1,5 Kg per rumah tangga per hari.
Sekelompok mahasiswa dari UMA Medan, melakukan penelitian pada 2003. Hasilnya, plastik bisa menjadi bahan bakar. Cara ini cukup mengesankan, karena proses sangat mudah dan praktis. Mereka hanya memerlukan wadah tabung seperti ember besi ukuran sedang kedap udara, dan pipa 1×1,5 meter, serta kaleng ukuran sedang. Dengan alat sederhana ini, Mapala UMA Medan ini, berbuat.
Bagaimanakah caranya? Menurut Hasrul Karim, Divisi Pendidikan dan Latihan Mapala UMA, tong kedap udara dan hanya memiliki satu saluran penguapan, serta ada satu saluran lagi buat memasukkan plastik ditutup. Plastik di tong kedap udara dibakar.  Api harus stabil agar kualitas bagus.
Untuk mendapatkan 0,7 kg atau tujuh ons bahan bakar plastik ini, katanya, perlu satu kg limbah. Jadi, makin banyak limbah diolah, makin banyak BBM didapat.
Menurut dia, jika metode ini dipakai masyarakat untuk menekan limbah, untuk skala kecil sudah dapat diatasi. Begitu juga bagi perusahaan yang menggunakan plastik. Dia optimistis,  pencemaran lingkungan akibat limbah anorganik bisa ditekan.
“Ini tinggal masalah kemauan. Apakah perusahaan mau? Apakah pemerintah serius menjalankan peraturan soal lingkungan, dan membuat aturan terkait temuan ini atau tidak? Ada juga pertanyaan, apakah masyarakat juga mau menjalankan?” katanya seraya mengatakan, membuat alat ini tak lebih Rp100.000.
Dia mengatakan, kampanye menggunakan spanduk dan ajakan selama ini, tidak berpengaruh dan tak menggugah hati masyarakat, perusahaan, serta pemerintah. Jadi, dengan temuan ini, diharapkan semua pihak mau mencontoh, dan membuat di rumah-masing-masing.
Bahan sederhana mulai dari tong kedap udara dan pipa besi  ini menjadi wadah utama proses pengolahan limbah plastik jadi bahan bakar. Foto:  Ayat S Karokaro
Add caption
Bahan sederhana mulai dari tong kedap udara dan pipa besi ini menjadi wadah utama proses pengolahan limbah plastik jadi bahan bakar. Foto: Ayat S Karokaro
“Ayo sama-sama kita buat alat sederhana ini, demi menjaga alam tetap sehat. Kami siap membantu cuma-cuma, jika ada yang mau buat. Yang penting kemauan harus ada.”
Menurut Hasrul, bahan bakar ini menyerupai minyak tanah dan mereka gunakan jika pergi mendaki gunung, atau ke tempat-tempat dengan lokasi jauh dari rumah penduduk.
Saat mendaki gunung dan kampanye pelestarian lingkungan, katanya, sepanjang perjalanan mereka mengumpulkan atau mengutip plastik yang dibuang sembarangan di jalan, bahkan di hutan. Ketika istirahat, limbah yang mereka kumpulkan sepanjang perjalanan, diolah. Setelah menghasilkan bahan bakar, digunakan menjadi penerangan menggunakan bamboo atau wadah yang tidak mudah tumpah. Bahan bakar ini, katanya,  juga untuk memasak makanan dan air.
“Jadi bisa buat obor dia. Kalau buat penerangan sangat cocok pakai ini. Kita gak perlu lagi sampai menguras perut bumi buat dapat minyak, karena jika dihitung-hitung, plastik ini sudah bisa diolah menggantikan bahan bakar, ” katanya.
Dzulmi Eldin, Walikota Medan, senang dengan temuan ini. “Selama ini belum ada pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar seperti adik-adik mahasiswa, melainkan diolah menjadi kerajinan tangan. Saya sangat mengapresiasi ini.”
Selama ini, katanya, sampah di Medan, dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tuntungan.  Sebagian sampah anorganic diolah menjadi kerajinan tangan dan lain-lain.
Dia akan memanggil jajarannya untuk mengembangkan temuan mahasiswa pecinta alam UMA ini. “Saya akan membahas ini dengan serius. Ini membuat saya terkejut karena gak menyangka adik-adik mahasiswa mampu membuat suatu terobosan mengatasi masalah plastik. Ini harus di sosialisasikan. Saya ucapkan terimakasih pada adik-adik mahasiswa.”
Bahan bakar hasil pengolahan plastik ini  ditempatkan di Beaker Glass. Foto: Ayat S Karokaro
Bahan bakar hasil pengolahan plastik ini ditempatkan di Beaker Glass. Foto: Ayat S Karokaro
Kayu ini untuk memadatkan limbah yang dimasukkan ke tong kedap udara untuk proses mengambil cairan. Foto: Ayat S Karokaro
Kayu ini untuk memadatkan limbah yang dimasukkan ke tong kedap udara untuk proses mengambil cairan. Foto: Ayat S Karokaro
Inilah  alat sederhana berupa tong kedap udara  dan pipa  besi sebagai alat proses pengolahan limbah pelastik menjadi  bahan bakar. Foto: Ayat S Karokaro
Inilah alat sederhana berupa tong kedap udara dan pipa besi sebagai alat proses pengolahan limbah pelastik menjadi bahan bakar. Foto: Ayat S Karokaro


sumber : 
http://www.mongabay.co.id/2015/06/02/wow-mahasiswa-pecinta-alam-olah-limbah-plastik-jadi-bahan-bakar/

0 Sejarah alat pengolah limbah plastik menjadi bahan bakar

Keresahan akibat sampah plastik saat ini sudah semakin berkurang, hal ini berkaitan dengan semakin beragamnya inovasi yang diciptakan  masyarakat dalam mengelola limbah jenis ini. Salah satunya adalah alat pengolah limbah plastik sederhana yang diciptakan oleh Tri Handoko,  seorang guru di SMKN 3 Kimia Madiun. Alat yang telah banyak beredar dan digunakan masyarakat peduli lingkungan ini diberi nama triPOD-4M.

triPOD-4M merupakan alat untuk mengolah limbah plastik menjadi BBM skala model yang sudah cukup banyak digunakan. Penyebarannya mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian, Bali serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Terakhir alat ini dicoba diterapkan untuk menangani masalah sampah plastik yang mengancam pantai indah disepanjang Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Sikka -  NTT. Masyarakat disana diajari bagaimana pengoperasian alat ini dan sekaligus cara pembuatannya. Di Pulau Jawa alat ini sudah tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Sleman serta beberapa kota di Jawa Timur.

Pembuatan alat pengolah limbah plastik  yang praktis dan murah ini, merupakan pengembangan yang terus menerus dan terarah dari sebuah penelitian pencarian energi alternatif serta upaya penyelamatan lingkungan yang dilakukan di SMKN 3 Madiun. Hal ini sesuai dengan visi sekolah ini, yaitu SMKN 3 Madiun sebagai sekolah bertaraf internasional yang berbasis industri serta berwawasan lingkungan. Dengan visi yang demikian mendorong sekolah ini untuk aktif mengikuti berbagai lomba inovasi teknologi dan lingkungan,  serta banyak hasil membanggakan yang sudah didapat.

Inovator dari alat ini adalah Tri Handoko, guru yang sehari-hari mengajar mata pelajaran utama yang berkaitan dengan kelistrikan. Meskipun begitu selama karirnya sebagai guru tak kurang sudah sebelas kompetensi keahlian yang diajarkannya, mulai dari fisika, elektrolisa, penanganan korosi, mesin boiler, mesin penukar panas, pengelolaan limbah padat/cair, elektronika,  bahkan mata pelajaran komunikasi interpersonal serta seni budaya pernah dipegangnya juga. Pengalaman pekerjaannya juga cukup menarik. Tri Handoko pernah bekerja sebagai tukang bengkel servis alat rumah tangga, operator fotocopy serta operator traktor pembajak sawah. Keluasan wawasan dan pengalamannya menjadikannya sebagai rujukan tempat bertanya. Banyak industri yang sudah berkonsultasi ke sekolah serta beberapa lembaga telah mengundangnya sebagai narasumber untuk berbagai permasalahan, teman-teman dekatnya menjulukinya sebagai sang maestro.

Penelitiannya dibidang energi alternatif mulai dilakukannya sejak tahun 2008.  Sementara pengembangan alat pengolah limbah plastik yang diberi identitas proyek  triPOD  diawali tahun 2009 semenjak dia mendapatkan kesempatan mendampingi siswa-siswinya kunjungan industri di daerah Jogja. Di sana didapatinya peralatan yang dapat digunakan untuk memproses tempurung kelapa untuk dijadikan asap cair ( liquid smoke). Pada saat mengajar mata pelajaran Alat Pemadam Api Ringan ( APAR ), Tri Handoko menemukan hakekat dari api dan bahan bakar. Pada dasarnya komponen utama dari  bahan bakar  itu tidak lebih dari molekul hidrokarbon, yang itu juga merupakan molekul penyusun dari plastik, hanya saja bagaimana cara mengambil komponen tersebut dari plastik membuatnya harus bekerja keras memutar otak. Kejadian di Jogja tersebut telah membuatnya melonjak kegirangan, apa yang selama ini menjadi masalah telah dengan jelas terpampang didepan matanya.

Yakin bahwa apa yang dicarinya sudah diketemukan,  semangatnya semakin berkobar.  Kendala berikutnya muncul karena alat seperti yang ada di Jogja harganya cukup tinggi baginya. Sementara yang diperlukannya hanyalah alat kecil untuk membuktikan hipotesanya bahwa hidrokarbon pada plastik dapat diekstrak. Maka aksi layaknya Mac Gyver –pun dilakukannya. Bahan-bahan bekas yang ada disekitarnyapun mulai diutak-utiknya, ada kaleng roti, pipa bekas AC, bekas wadah kopi dirakit  agar segera dapat dibuktikan hipotesanya selama ini. Hasilnya ternyata luar biasa, plastik yang semula berbentuk lembaran-lembaran pada akhirnya telah berubah menjadi cair dan dapat terbakar seperti apa yang selama ini diharapkannya. Eureka..! eureka…..!

Sampai saat ini proyek triPOD masih berlangsung. Terakhir telah dikembangkan seri AP (aplikasi praktis) yang diharapkan dapat dipakai oleh masyarakat sebagai sarana pemusnahan limbah plastik yang mengancam lingkungan sekaligus sebagai upaya mandiri energi untuk masyarakat. Hal ini sesuai dengan nama triPOD yang merupakan singkatan dari teknologi rakyat Indonesia - Plastic Oil Destilator. Perkembangan alat triPOD (minus yang seri AP) dapat diceritakan seperti berikut dibawah ini


                Setelah melakukan beberapa kali percobaan dengan peralatan tersebut, diperoleh data bahwa hasil minyak atau kondensat tidak stabil. Pada suatu waktu menghasilkan minyak dengan kualitas baik, tetapi tidak jarang juga dihasilkan minyak yang berbentuk pasta kental atau membeku pada saat disimpan pada suhu kamar. Berbekal pengalaman ketika mengajar materi Elektrolisa dan Elektroplating, Tri Handoko menduga bahwa kejadian tersebut diakibatkan oleh molekul akhir yang terbentuk tidak stabil dan berikatan terlalu panjang akibat ikatan rangkap yang terlalu banyak. Hal ini bisa terjadi pada saat pemecahan molekul plastik, energi pemecah ( panas ) kurang sehingga tidak mampu menghancurkan molekul plastik menjadi molekul yang lebih halus, juga adanya saluran pelepas tekanan yang dimaksudkan sebagai pengaman telah melepaskan pula lebih banyak atom hidrogen dan molekul-molekul pendek yang sempat dihasilkan. Berdasarkan hipotesa tersebut selanjutnya dikembangkan peralatan seperti terlihat pada gambar dibawah:
Percobaan demi percobaan dilakukan dengan alat yang baru dibuat tersebut dan didapatkan fakta yang menggembirakan. Dengan alat ini diperoleh dua hasil yang berbeda pada masing-masing destilator; pada kondensor – 1 didapatkan hasil berupa cairan yang berwarna kuning kecoklatan dan viscositas yang lebih tinggi, sedangkan pada kondensor – 2 diperoleh cairan yang sangat jernih dan viscositas lebih rendah. Ketika diadakan uji nyala ternyata hasil dari kondensor-1 menyala merambat, sedang dari kondenser-2  menghasilkan nyala spontan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa hasil dari kondensor-1 adalah minyak yang setara dengan minyak tanah dan hasil dari kondensor-2 menghasilkan minyak setara bensin. Berbekal hasil ini Tri Handoko menghubungi Iswahyudi, orang yang pernah mendorongnya  melakukan pencarian bahan bakar alternatif untuk melakukan tes laboratorium mengenai kandungan minyak plastik tersebut. Sampel minyak selanjutnya diberi sandi MIRA-1 dan MIRA-2, yang merupakan singkatan dari Minyak Rakyat-1 dan Minyak Rakyat-2. Hasilnya uji dengan Gas Cromathography menunjukkan bahwa minyak yang dihasilkan mendekati GC dari crude oil minyak bumi dengan komponen C-8 yang sangat dominan. Kelemahan alat yang dibuat adalah adanya residu berupa padatan yang tertinggal pada reaktor yang terbuat dari bekas kaleng roti tersebut. Usaha untuk meningkatkan suhu pemanasan terkendala pada rusaknya reaktor dan sambungan-sambungan pipanya.

Pengalamannya pekerjaan sebagai teknisi mesin-mesin pendingin ( kulkas- AC), menuntunya pada penggunaan bekas kompresor kulkas yang pernah dibongkarnya dan tergeletak digudang. Alat tersebut selanjutnya diutak-utik dan munculah alat distilator yang memakai bekas kompresor kulkas sebagai reaktornya.
Dengan penggunaan bekas kompresor kulkas sebagai reaktor , maka permasalahan menaikkan suhu proses cracking dapat diatasi. Pada reaktor sudah hampir tidak ada residu yang tersisa dan produk minyak yang didapat meningkat menjadi setara berat bahan baku yang diproses. Jadi bila plastik yang diproses beratnya 1 kilogram maka akan didapat minyak kurang lebih 1 liter dari kondensor-1 dan kondensor-2.
Kekurangan dari alat ini terletak pada bongkar-pasang rektor  saat melakukan pengisian bahan baku terkait kontruksi kompresor kulkas yang dibelah tersebut. Untuk mengatasi hal ini, perhatian Tri Handoko selanjutnya tertuju pada tangki LPG 3 Kg  yang banyak tidak dipakai pada saat itu. Rupanya sosialisasi pengoperasian kompor LPG bantuan pemerintah masih kurang maksimal sehingga banyak warga yang masih takut memakainya. Tangki LPG yang sudah ada draat untuk tempat niple regulator sangat memudahkan pekerjaannya. Dengan pipa air bekas ukuran setengah dim yang ada ulir pada ujungnya dapat dengan mudah dipasangkan pada tangki, sehingga akhirnya tangki reaktor diganti dengan bekas tangki LPG 3 kg yang dimodifikasi dan pipa penyalur kondensat memakai bekas pipa air ukuran setengah dim.
Seiring dengan semakin banyaknya media, baik cetak maupun televisi yang menayangkan temuan ini menyebabkan SMK Negeri 3 Madiun kebanjiran tamu yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang proses dan alat ini, mulai dari perorangan, sekolah, dinas maupun LSM lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut akhirnya diciptakanlah seri TRIPOD-4M yang diarahkan untuk pelatihan-pelatihan maupun proses pengelolaan sampah plastik sekala kecil. Keunggulan seri ini ada pada kemudahan untuk dibongkar pasang (knock-down) dan ringkas sehingga cocok untuk dipakai saat pameran ataupun saat diundang sebagai narasumber pada seminar atau pelatihan pengelolaan limbah.
Penggunaan triPOD-4M  yang dikombinasikan dengan tungku tomcat (plesetan dari tong cat) yang dapat menggunakan bahan bakar sampah daun , limbah gergajian, rumput atau jerami memberikan hasil yang sangat ekonomis mengingat harga minyak yang semakin melambung akhir-akhir ini.

0 Alat sederhana pengubah sampah plastik menjadi minyak buatanku

Bermula dari pemberitaan di salah satu stasiun televisi tentang anak SMP yang berhasil membuat alat pengubah sampah plastik menjadi minyak. Rasa penasaran mulai membayangi, coba bayangkan jika tiap keluarga mampu membuat alat ini, dan memakainya untuk m̷e̷n̷g̷h̷a̷b̷i̷s̷i̷ sampah plastik disekitar rumah, hampir bisa dipastikan tak akan ada lagi sampah plastik yang bertebaran, lingkungan jadi semakin bersih dan tanpa sadar kita sudah berpartisipasi pada usaha penyelamatan bumi dari pencemaran limbah plastik.

Sebagai tambahan, plastik baru bisa terurai setelah 100 tahun berada dalam tanah, bisa juga lebih, tergantung pada jenis plastiknya. hmmm lama banget kan !!

Selain itu, untuk keperluan sehari hari kita tidak perlu membeli minyak tanah yang harganya semakin tak terjangkau. Sebab minyak yang dihasilkan alat ini kualitasnya lebih bagus dari minyak tanah. Dan jika mau, kita bisa mengkonversi lebih lanjut menjadi bensin, solar etc.

Isu kenaikan BBM yang sedang menghangat, sepertinya bakalan menambah kebermanfaatan alat ini pikirku. Penasaran semakin berlanjut yang pada akhirnya memaksaku untuk berkeliling seputaran google. Ada banyak informasi dan referensi yang aku dapatkan, dimulai dari sebuah mesin raksasa dari Amerika yang dapat menghabiskan ribuan ton sampah dalam setiap tahunnya untuk kemudian dikonversi menjadi minyak mentah.

Lanjut ke seorang warga Jepang yang membuat alat pengubah sampah plastik menjadi minyak. Alat ini lebih simpel dan diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, namun sayang harganya yang masih selangit yaitu sekitar 100 juta rupiah. Alat ini diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Blest, info selengkapnya mengenai alat ini silahkan cek tkp

Tidak hanya sampai disitu, ternyata di kota Ngawi anak anak SMK mampu membuat alat yang lebih sederhana dan lebih masuk akal untuk masyarakat Indonesia. Alat ini menggunakan bahan utama tabung elpiji 3 kg dan pipa besi, dilengkapi dengan dua lubang penguapan yang mampu menghasilkan bensin dan solar. Hmmmm mantap juga nih alat, namun sayangnya lagi, untuk dapat membuat alat ini memerlukan modal sekitar 600 ribu rupiah, murah? iya tapi masih belum cukup hemat untuk ukuran kantongku. Berita lengkapnya

Akhirnya pencarian referensi dan informasi sampailah pada titik konsep bahwa sebenarnya plastik memiliki kemiripan unsur pembentuk dengan bahan bakar minyak. Saat dipanaskan plastik akan meleleh lalu mencair, cairan plastik ini jika terus dipanaskan akan membentuk uap panas, dan jika uap panas ini melewati pendingin (kondensor) dia akan mengembun dan membentuk minyak. Mungkin itu konsep dasar yang aku tangkap. Mohon koreksinya kalo salah.

Setelah tertangkap konsep dasarnya, aku kembali melihat video anak smp di awal, akhirnya alat ini yang aku jadikan patokan, karena dari semua alat yang ada hanya inilah yang paling sederhana.

Okeeey sobat klikedukasi saatnya kita memulai pembuatan alat dengan menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:


  1. Kaleng bekas biskuit Khong Guan, tanggo atau sejenisnya
  2. Pipa besi sepanjang 2 meter atau  lebih panjang akan lebih bagus. Jika kurang dari 2 meter, kondensasi uap panasnya tidak maksimal. aku menggunakan pipa bekas antene :p
  3. Lem besi
  4. Sampah plastik
    Beberapa sampah plastik yang aku gunakan.

Selanjutnya tinggal merakitnya menjadi bentuk seperti di bawah.


Yang perlu diperhatikan adalah saat pengeleman, usahakan tiap sambungan tertutup lem dengan rapat, sebab jika ada kebocoran akan berpengaruh pada proses kondensasi dan banyaknya minyak yang dihasilkan.

Ini adalah tampilan alat sederhana buatanku..


Dari percobaan yang sudah aku lakukan, sampah plastik satu kaleng tango dapat menghasilkan minyak sebanyak setengah botol air mineral. Sebenarnya kuantitas minyak yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis sampah plastik yang digunakan.  Plastik botol minum seperti (aqua, mizone, pocari sweat, ember plastik etc) dapat menghasilkan lebih banyak minyak jika dibandingkan dengan kantong plastik, ato plastik-plastik snack.


Alat ini juga sudah aku coba di sekolah, dan alhamdulillah berhasil, berikut hasil percobaan kita.



Kita mencoba memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai serta sampah yang ada disekitar sekolah, termasuk tempat uji coba juga dilakukan pada bekas reruntuhan bangunan sekolah :). Ohya untuk pembakaran bisa dengan media apapun, disekolah aku nyoba make bahan bakar kayu, Namun untuk hasil yang maksimal, kita bisa menggunakan kompor gas, kenapa? yaaa karena panasnya lebih stabil dan kita mudah dalam mengatur suhu pemanasannya.



Foto anak anak sedang melakukan pengeleman pada pipa besi.



Jika pemanasan stabil (sayangnya aku ga sempet ngukur suhu pemanasannya) sekitar 20 - 30 menit pemanasan, minyak akan mulai menetes pada ujung pipa.

Dan ini dia hasilnya, aku sempet membuktikan bahwa minyak yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya dari minyak tanah, sebab minyak ini dapat menyala di atas pipa besi dan sempet menyambar kumpulan minyak yang ada di bawahnya.
Menurut keterangan yang aku dapatkan, minyak yang dihasilkan dengan alat sederhana ini masih termasuk minyak mentah, artinya minyak ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi bensin, solar, minyak tanah dan sejenisnya.

Ohya semenjak ada alat ini, semua sampah plastik di rumah, aku kumpulkan untuk kemudian aku konversi menjadi minyak dan mudah-mudahan dengan adanya alat seperti ini lingkungan sekitar rumahku terbebas dari sampah plastik.

Sekian, semoga menginspirasi.

sumber : http://www.klikedukasi.com/2012/04/alat-sederhana-pengubah-sampah-plastik.html

0 Cara Membuat Bahan Bakar Minyak dari Sampah (Plastik)

Sampah di bumi ini sudah tidak dapat terhitung lagi jumlahnya. Dimana mana ada sampah. Di daratan maupun dilautan. Jumlah penyumbang sampah yang terbesar adalah plastik – plastik yang susah untuk di daur ulang. Sementara itu ketersediaan untuk minyak bumi mulai menipis. Disini sampah plastik bisa jadi alternatif untuk pembuatan bahan bakar minyak (BBM).
Berikut caranya :
Pertama melalui pembakaran hingga 600 derajat Celcius, lalu disuling (firolisis) dan penjernihan. Uap hidrokarbon hasil pembakaran inilah yang menjadi minyak yang bisa digunakan untuk bahan bakar.
Alat pembakaran dibuat dari tabung gas elpiji yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) ukuran 3 kilogram. Tabung elpiji dilubangi dan dipasang corong besi dengan cara dilas.Corong ini untuk memasukkan bahan plastik yang dibakar dalam tabung.


Setelah itu, tabung pembakaran dihubungkan dengan pipa penyulingan yang terhubung dengan tabung penadah uap atau hidrokarbon yang mencair jadi minyak. Segala jenis plastik bisa diolah dengan cara ini.
Plastik yang dimasukkan ke dalam tabung dipanaskan dengan gas elpiji sehingga terurai dan uapnya mengendap menjadi minyak. 
“Satu kilogram plastik bisa menghasilkan sekitar satu liter minyak.”
Agar efisien dan bernilai ekonomis, untuk pembakaran plastik selanjutnya menggunakan minyak plastik hasil penyulingan. Proses pembakaran dan penyulingan minyak dari limbah plastik ini ramah lingkungan.
Dalam pembakaran, sama sekali tidak ada asap yang keluar karena setelah disuling, uap ditampung dalam tabung yang tertutup sehingga asapnya tidak membahayakan.

Soal unsur kimia dalam BBM limbah plastik ini ,memang belum diteliti lebih lanjut. Sejauh ini, penelitiannya belum sampai pada unsur yang ada seperti timbal atau Pb (Plumbum) yang terkandung dalam BBM alternatif ini. “Kemungkinan ada karena ini dari minyak bumi juga,” katanya.

Dari percobaaan tambahan diperoleh hasil bahwa bila plastik yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari bekas botol minuman mineral, maka hasil minyaknya lebih bagus yakni lebih jernih ketimbang minyak yang berasal dari tas kresek bekas.

Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa semakin jernih dan bersih bentuk limbahnya semakin bagus minyak yang dihasilkan.
Berikut penjelasan lebih detailnya dengan diagram :

Dari gambar di atas , sampah plastik masuk ke dalam tabung reaksi kemudian dipanaskan sampai plastik – plastik tersebut menguap. Uap Hasil dari proses tersebut kemudian mengalir ke kondensor-1 akan mengalami proses penyulingan menjadi minyak tanah dan solar. Sementara itu, uap yang tidak tersuling di kondensor-1 akan mengalir ke kondensor-2. Lalu uap di dalam kondensor-2 mengalami penyulingan dan menghasilkan premium.
Dari percobaan yang telah ada, 1 kg plastik dapat menghasilkan kurang lebih 1 liter BBM.

0 Cara Memperbaiki Cartridge Printer

Setelah Berulang-ulang kali mengelamai kerusakan carthridge, saya mencoba memperlajari kerusakan yang terjadi, dan malah menjadi tambah rusak, tapi karena tidak putus asa saya akhirnya menemukan sesuatu solusinya,dari berbagai kasus kerusakan printer, mulai berkedip akibat low ink, seakan tinta habis, padahal kondisi cartdrige penuh, kalo setelah berulang kali di coba tetap gagal, coba langkah berikut, hal ini perlu ketelitian dan sedikit kesabaran, hitung-hintung melatih kesabaran :)
Ingat Langkah-langkah di bawah ini hanya untuk printer canon, dan jangan lalukan kalo anda masih ragu.
  1. Rendam Cartridge dengan air yang sedikit panas, kurang lebih 15 – 30 Menit
  2. buka bagian atas penutup cartridge dengan cara mencongkelnya memakai alat sejenis obeng (min) yang lancip.
  3. Setelah Terbuka, ana akan menemukan busa didalam cartridge, lepaskan busa secara perlahan, cuci hingga bersih, hal ini dikarenakan banyaknya tinta yang mengering hingga menyumbat bagian dari serat busa.
  4. Keringkan Busa dengan tenaga matahari
  5. Bersihkan juga tank (bak) cartridge dengan menggunakan tissue atau bahan kain yang lembut.
  6. Setelah Semua Proses Selesai pengeringan dll, pasang lembali busa.
  7. Tutup tank (bak) dengan lem perekat sejenis power glue.
  8. Pada saat pengeleman yang perlu di perhatikan, jangan sampe kena contact chip atau kuningannya.
  9. Setelah Semua Proses Selesai tambahkan/suntukan tinta kira-kira 30% dari tank. biarkan tinta meresap, tunggu 15 menit.
  10. Sebenarnnya Beres, tapi akan lebih baik, Setting di cleaning, pada properties printer anda, lakukan berulang kali.
Begitulah  beragam kendala yang bisa terjadi pada printer karena rentan yang di sebabkan tinta printer yang membeku.
Sedikit Tips* Kerusakan printer hampir 80% karena cartridge, hal ini kebanyakan terjadi karena lalainya kita saat pengisian, penekanan udara jarum suntik pada cartrigde ternyata sangat berpengaruh untuk terjadi kerusakan pada cartgride,  sedikit pelan untuk menekan carthrigde, karena bisa terjadi kebocoran pada busa yang mengakibatkan chip jadi rusak.
Semoga Bermanfaat, jangan sampe tidak membagi ilmunya…
Mudah-Mudahan Sukses ya… Senang Bisa Membantu Kalian :)

Dalam weblog mastergocapricorn ini, gak perlu bayar, GRATIS, jangan lupa tinggalkan komentarnya, ~good luck~ :)

 

kingdom dfc Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates